BERKENALAN DENGAN AL-QUR’AN

Posted: Desember 8, 2010 in Ilmu Al-Qur'an

I. PENGERTIAN AL-QUR’AN

Al-Qur’an menurut bahasa (etimologi) berarti “bacaan”, berasal dari kata “qo-ro-a” yang artinya “membaca”, sedang “Al-Qur’an”  berarti “yang dibaca” (LPTQ Prop. DIY, 1997: 5).

Adapun menurut istilah (terminologi), para ahli telah banyak membahasnya dan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kitab yang memuat firman Allah semata. Tidak ada di dalamnya perkataan siapapun selain firman Allah.

Allah berfirman:

Artinya:

Maka apakah mereka tidak memperhati-kan Al-Qur’an? Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya”. (Q.S. An-Nisa’: 82)

2. Kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw. dengan perantaraan malaikat Jibril dalam bahasa Arab. Dengan demikian, kitab yang diturunkan pada Nabi selain Nabi Muhammad saw. bukanlah Al-Qur’an, dan wahyu yang disampaikan tidak melalui Jibril bukanlah Al-Qur’an, dan terjemahan Al-Qur’an bukanlah Al-Qur’an.

Allah berfirman:

Artinya:

Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan Semesta Alam. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas”.

(Q.S. Asy-Syu’ara: 192-195).

3. Kitab yang diturunkan sebagai pedoman hidup untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman.

Allah berfirman:

Artinya:

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk manusia dengan membawa kebenaran”. (Q.S. Az-Zumar: 41)

Dan juga firman Allah:

Artinya:

Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (Q.S. Al-Anbiya’: 107)

4. Kitab yang membacanya saja (apalagi mengerti arti dan maknanya) termasuk ibadah yang berpahala besar.

Rasulullah saw. bersabda:

Artinya:

Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an) maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan: Alif lam miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf”. (HR. At-Turmudzi)

II. BUKTI KEMUKJIZATAN DAN KEBENARAN AL-QUR’AN

Mukijizat artinya sesuatu yang luar biasa yang tiada kuasa manusia membuatnya karena hal itu adalah di luar kesanggupannya (Depag, 1977: 105). Mukjizat hanya diberikan Allah kepada rasul-Nya untuk menguatkan kenabiannya. Kepada Nabi Muhammad saw., Allah memberikan Al-Qur’an sebagai mukjizatnya dan sekaligus membuktikan bahwa Al-Qur’an benar-benar datang dari Allah swt. bukan bikinan atau hasil renungan Muhammad sendiri. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang dapat disaksikan oleh seluruh umat manusia, dimanapun sampai kapanpun sepanjang masa.

Bukti-bukti kemukjizatan Al-Qur’an itu, antara lain bisa dilihat pada:

1. Fashohah dan balaghohnya, keindahan susunan dan gaya bahasanya yang tidak ada tara bandingannya. Tantangan Allah agar manusia, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama untuk menciptakan satu surat saja yang semisal Al-Qur’an, hingga kini tidak ada yang sanggup menjawabnya.

Allah berfirman:

Artinya:

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar.”  (Q.S. Al-Baqarah: 23)

2. Di dalamnya terdapat berita dan janji mengenai masa yang akan datang, yang kemudian terbukti kebenarannya. Misalnya kabar akan terjadinya perang antara bangsa Rum dan Persi. Kemenangan di pihak Rum setelah sebelumnya mereka kalah dalam peperangan terdahulu. Hal ini disebutkan dalam Q.S. Rum: 2-5, yang diturunkan tidak lama setelah kekalahan bangsa Rum.

Artinya:

Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun lagi”. (Q.S. Rum: 2-5)

Kata “bidl’i” adalah bilangan antara 3 sampai 9 (Depag, 19:641). Waktu antara kekalahan bangsa Romawi (tahun 614-615 M) dengan kemenangannya (tahun 622 M) ialah kira-kira 7 tahun. Dengan kejadian yang demikian nyatalah kebenaran Al-Qur’an sebagai firman Allah swt.

3. Di dalamnya terdapat fakta-fakta ilmiah yang tidak mungkin diketahui manusia di tanah Arab pada waktu itu; namun fakta-fakta tersebut kemudian di belakang hari, khususnya di masa modern saat ini terbukti kebenarannya. Seperti tentang kejadian manusia (Q.S. Al-Mukiminun: 12-14), peredaran matahari (Q.S. Yasin: 38), teori kesatuan alam (Q.S. Al-Anbiya’: 30), kejadian alam (Q.S. Fushshilat: 11), pembagian atom (Q.S. Yunus: 61), berkurangnya oksigen di angkasa (Q.S. Al-An’am: 125), terjadinya perkawinan pada tiap-tiap benda (QS. Adz-Dzariyat: 49), QS. Asy-Syu’ara: 7 dan Q.S. Yasin: 36), selimut janin (Q.S. Az-Zumar: 6), perkawinan dengan lantaran angin (Q.S. Al-Hijr: 22), sel-sel mani (Q.S. Al-‘Alaq: 1-2), perbedaan sidik jari manusia (Q.S. Al-Qiyamah: 3-4), hukum tegangan permukaan air (Q.S. Al-Furqon: 53 dan Q.S. Ar-Rohman: 18-19). Baca uraiannya pada kitab “At-Tibyan fi Ulumil Qur’an” karya Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni.

4. Pembawanya hanyalah seorang Nabi yang “ummi” (tidak tahu baca tulis), tidak pernah belajar di sekolah rendah apalagi perguruan tinggi, tidak dikenal memiliki guru seorang ulama atau cendekiawan, dan tidak memiliki alat-alat informasi yang bisa memungkinkan untuk belajar dari jarak jauh. Dari mana Muhammad mendapatkan Al-Qur’an yang berisi fakta-fakta ilmiah yang hebat? Tentu tidak lain dari wahyu Allah swt.!

5. Terjamin keselamatan dan kemurniannya sepanjang masa. Terbukti dengan banyaknya orang yang bisa menghafalnya, termasuk anak kecil yang tidak tahu bahasa Arab sekalipun. Kitab mana setebal Al-Qur’an yang mudah dan banyak dihafal manusia? Ini bukti kebenaran firman Allah dalam Q.S. Al-Hijr: 9 dan Q.S. Al-Qomar: 22) yang sekaligus juga bukti kebenaran Al-Qur’an sebagai wahyu Allah dan sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw.

III. NAMA-NAMA DAN FUNGSI AL-QUR’AN

Telah jelas bahwa Al-Qur’an benar-benar datang dari Allah dan manusia adalah ciptaan Allah. Yang paling tahu tentang karakteristik manusia hanyalah Allah, maka bila ingin selamat haruslah berpedoman dengan Al-Qur’an yang diturunkan Allah. Dan Al-Qur’an diturunkan, secara garis besarnya berfungsi sebagaimana nama-nama yang telah diberikan Allah kepadanya, yaitu:

1.        Al-Kitab, karena ia ditulis, diambil dari kata kataba (menulis). Kitaab sama dengan maktuub berarti yang ditulis. Di samping dihafal oleh Rasulullah dan para hafizh, sejak awal Al-Qur’an sudah ditulis oleh tim pencatat Al-Qur’an dari kalangan shahabat. Hal itu dimaksudkan untuk menjamin keasliannya. Nama ini memberi pesan bahwa Al-Qur’an wajib ditulis dan dibaca.

2.        Al-Huda (petunjuk) bagi orang-orang yang beriman. Bagi mereka, Al-Qur’an adalah yang memberi komando. Bila Al-Qur’an mengatakan lakukan mereka melakukannya, bila Al-Qur’an mengatakan berhenti mereka berhenti. Sesungguhnya petunjuk Allah-lah yang sebenar-benar petunjuk.

3. Al-Furqan (pembeda) karena ia membedakan antara yang haq dengan yang batil. Al-Qur’an yang dibaca, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan akan membentuk kepribadian yang khas dengan identitas yang berbeda dengan seseorang yang tidak membaca Al-Qur’an. Generasi pertama umat Islam dikatakan oleh sebagian penulis sebagai generasi Al-Qur’an. Mereka adalah Al-Qur’an yang berjalan, artinya kandungan Al-Qur’an teraplikasikan dalam keseharian mereka.

4. Ar-Rahmah (rahmat) karena keberadaannya merupakan wujud rahmat Allah bagi umat manusia. Dengan Al-Qur’an, mereka         terhindar dari kebimbangan dalam mencari petunjuk.

5. An-Nur (cahaya) karena ia menerangi jalan hidup manusia. Orang beriman menjadikannya sebagai obor penerang jalan hidup mereka agar tidak sesat.

6. Asy-Syifa’ (obat) karena ia mengobati penyakit-penyakit yang ada di dalam hati.

7. Al-Haq (kebenaran) karena Al-Qur’an adalah kebenaran hakiki diturunkan dari Allah, Al-Haq kepada nabi-Nya melalui malaikat Jibril al-amin dan sampai kepada kita melalui hadits-hadits mutawatir.

8. Al-Bayan (penjelasan) karena ia menjelaskan berbagai hal. Bahkan, hal-hal yang tidak pernah dijelaskan oleh kitab lain.

9. Al-Mau’izhah (nasihat) karena isinya merupakan nasihat-nasihat dan wejangan yang sangat berguna bagi umat manusia.

10.           Ad-Dzikr (peringatan) karena ia memberi peringatan kepada orang-orang kafir akan akibat penolakan dan pendustaan yang mereka lakukan.

IV. KEHARUSAN MEMPELAJARI AL-QUR’AN

Mengingat begitu pentingnya fungsi              Al-Qur’an bagi hidup dan kehidupan manusia, maka sudah seharusnya bila umat Islam mempelajarinya. Sebab bila tidak, tentu tidak mungkin menempatkan Al-Qur’an sebagai fungsi yang semestinya. Allah swt dalam Q.S. Al-Furqan: 30 menceritakan kegelisahan hati Rasulul-Nya dengan firman-Nya,

Artinya:

Rasul berkata, Ya Tuhanku sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan”. (Q.S. Al-Furqan: 30)

Siapakah orang yang meninggalkan Al-Qur’an itu? Orang-orang yang meninggalkan Al-Qur’an adalah:

1. Umat Islam yang tidak memiliki Al-Qur’an.

2. Umat Islam yang memiliki Al-Qur’an, tetapi tidak membacanya.

3. Umat Islam yang memiliki Al-Qur’an, rajin membacanya, tetapi tidak mengerti isinya.

4. Umat Islam yang memiliki Al-Qur’an, rajin membacanya, mengerti isinya, tetapi tidak mengamalkannya.

5. Umat Islam yang memiliki Al-Qur’an, rajin membacanya, mengerti isinya, mengamalkannya, tetapi untuk diri sendiri dan tidak mau memasyarakatkannya.

Jadi jelas, umat Islam wajib mengamalkan  Al-Qur’an. Untuk bisa mengamalkan Al-Qur’an, harus mengerti isi dan maknanya. Untuk bisa mengerti isi dan maknanya, harus bisa membacanya. Untuk itu semua, pembelajaran Al-Qur’an adalah merupakan keharusan mutlak.

Banyak ayat dan hadits Nabi yang menerangkan keutamaan membaca, menghafal, merenungkan isi, mengamalkan dan mempelajari maupun mengajarkan Al-Qur’an.

Di antaranya adalah:

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”.  (Q.S. Fathir: 29)

Rasul bersabda:

Artinya:

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkan-nya”. (H.R. Bukhari)

Rasul bersabda:

Artinya:

Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, maka nanti akan berkumpul bersama-sama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan yang masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an, karena masih kesulitan, buat dia dua pahala.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Untuk itu, mari kita segera mengambil peran di dalam Gerakan Pengamalan Al-Qur’an ini, antara lain:

1. Berperan jadi penyelenggara, pemikir dan penggerak aktif TKA-TPA dan pendidikan Al-Qur’an lainnya.

2. Berperan jadi ustadz, pembina dan pengasuh aktif.

3. Berperan sebagai penyandang dana, donatur dan sponsor.

4. Berperan sebagai pendorong agar anak-anaknya, cucu-cucunya, anak-anak tetangga dan semua untuk aktif di pendidikan Al-Qur’an.

5. Aktif menghilangkan segala hambatan, gangguan dan segala hal yang akan menggagalkan Gerakan pengamalan Al-Qur’an.

6. Menjadi teladan anak-anaknya, cucu-cucunya dan lingkungannya dalam gerakan ini.

Yogyakarta, 17 April 2009
DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Nasikh Ulwan

1985      Tarbiyatul ‘Aulad Fil Islam, Beirut: Darus Salam.

Departemen Agama

1977      Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: PT. Bumi Restu.

Chatibul Umam, dkk.

1991      Belajar Membaca Al-Qur’an dengan Lagu, Jakarta: LBIQ.

Choiruddin Hadhiri SP.

1993      Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an, Jakarta: Gema Insani Press.

Jasiman, LC.

2005      Syarah Rasmul Bayan Tarbiyah, Solo: Auliya Press.

LPTQ Propinsi DIY.

1997      Pedoman Pengelolaan Majlis Pengajian Al-Qur’an dan Bimbingan Ibadah, Yogyakarta: Proyek Pemda DIY.

Muhammad Bin Muhammad Abu Syahbah

2002      Studi Al-Qur’an Al-Karim. Bandung: Pustaka Setia

Muhammad Ali Ash-Shabuni.

2001      Ikhtisar Ulumul Qur’an, Jakarta: Pustaka Amani.

Komentar
  1. Edi Susanto mengatakan:

    thaks……mohon izin untuk mengkopinya karena saya lagi menyusun skripsi dengan judul “PROBLEMATIKA KEMAMPUAN MEMBACA ALQURAN DAN SOLUSINYA” , da kalau ada yang berhubungan tentang itu bisa di kirim situsnya di blog atau facebook…….http://ediexplore.blogspot.com

    thaks……n salam kenal dari saya Edi Susanto.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s